Notification

×

Iklan

Iklan

Kota Pekalongan Wikipedia

Senin, 08 Juni 2020 | Juni 08, 2020 WIB | 0 Views
Kota Pekalongan Wikipedia
Gambar Hanya Ilustrasi

Kota Pekalongan merupakan salah satu kota pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. Batas geografis Kota Pekalongan diantaranya adalah berbatasan dengan Laut Jawa di bagian utara, Kabupaten Batang di bagian timur, serta Kabupaten Pekalongan di bagian selatan dan bagian barat. Kota Pekalongan terdiri atas 4 kecamatan, yaitu Pekalongan Timur, Pekalongan Selatan, Pekalongan Barat dan Pekalongan Utara.

Kota Pekalongan terletak di jalur Pantura yang menghubungkan jalur utama Jakarta-Semarang-Surabaya. Kota Pekalongan 384 km sebelah timur Jakarta berjarak atau 101 km sebelah barat Semarang. Kota Pekalongan dikenal sebagai Kota Batik. Hal tersebut didasari akibat batik dari Kota Pekalongan memiliki corak khas yang bervariatif dan memiliki sejarah panjang. Kota Pekalongan merupakan salah satu kota di Indonesia yang termasuk dalam jaringan kota kreatif dunia versi UNESCO. Yang dikukuhkan pada bulan Desember tahun 2014 pada kategori crafts & folk art. Kota Pekalongan memiliki branding sebagai World's City of Batik.

Transportasi di Kota Pekalongan pun sudah cukup berkembang. Karena sudah terdapat satu terminal besar, satu stasiun, dan armada taksi konvensional maupun taksi online. Makanan khas Pekalongan adalah megono. Merupakan irisan nangka muda dicampur dengan bumbu kelapa dan kecombrang. Makanan ini umumnya dihidangkan saat masih panas dan dicampur dengan gorengan serta makanan yang bersumber dari protein hewani seperti telor, ayam, daging, ikan, dll. sebagai menu tambahan.

Kota Pekalongan terkenal dengan nuansa religiusnya. Karena mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Beberapa tradisi di Pekalongan yang tidak dijumpai di daerah lain diantaranya adalah Syawalan, Sedekah Bumi, dan sebagainya. Syawalan adalah perayaan tujuh hari setelah lebaran dan sekarang ini disemarakkan dengan pemotongan lupis raksasa yang memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) oleh wali kota untuk kemudian dibagi-bagikan kepada pengunjung.

Sejarah

Asal muasal nama Pekalongan, sampai saat ini sebenarnya belum jelas asal-usulnya. Belum ada bukti sejarah yang berupa prasasti atau dokumen penting lainnya yang secara isi bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sementara asal muasal nama Pekalongan yang selama ini beredar hanya berasal dari cerita rakyat atau legenda saja. Dokumen tertua yang menyebut nama Pekalongan tercantum dalam Keputusan Pemerintah Hindia Belanda (Gouvernements Besluit) Nomor 40 tahun 1931. Asal Muasal nama Pekalongan dituliskan diambil dari kata ‘Halong‘ serta dibawah simbol atau logo kota tertulis ‘Pek-Alongan‘.

Berdasarkan keputusan persetujuan Pepekupeda Teritorium 4 dengan SK Nomor KTPS-PPD/00351/II/1958,  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Besar Pekalongan tertanggal 29 januari 1957 serta Tambahan Lembaran daerah Swatantra Tingkat I Jawa Tengah tertanggal 15 Desember 1958,  Nama Pekalongan disebutkan berasal dari kata ‘A-Pek-Halong-An‘ yang berarti pengangsalan (angsal) dalam Bahas Jawa. Atau berarti Pendapatan dalam Bahasa Indonesia.

Pertengahan abad XIX (Abad ke-19) dikalangan kaum liberal Belanda muncul pemikiran etis-selanjutnya yang dikenal sebagai Politik Etis. Menyerukan Program Desentralisasi Kekuasaan Administratif yang akan memberikan hak otonomi kepada setiap Karesidenan (Gewest) dan Kota Besar (Gumentee). Serta pembentukan dewan daerah di wilayah administratif tersebut. Kemudian, pemikiran kaum liberal ini, ditanggapi oleh Pemerintah Kerajaan Belanda dengan dikeluarkannya Staatbland Nomor 329 Tahun 1903. Yang kemudian menjadi dasar hukum pemberian hak otonomi kepada setiap Karesidenan (Gewest). Sementara untuk Kota Pekalongan, hak otonomi ini diatur dalam Lembaran Negara Republik Indonesia (LNRI) atau pada masa zaman penjajahan Belanda disebut Staatblaad. Dengan nomor 124 tahun 1906 tertanggal 1 April 1906.

Pada tanggal 8 Maret 1942 Pemerintah Hindia Belanda menandatangani penyerahan kekuasaan kepada tentara Jepang. Kemudian Jepang menghapus keberadaan dewan dewan daerah bentukan Belanda sebelumnya. Sedangkan untuk Kabupaten dan Kotamadya akan diteruskan dan hanya akan menjalankan pemerintahan dekonsentrasi saja.

Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tanggal 17 Agustus oleh Soekarno-Hatta di Jakarta, ditindaklanjuti masyarakat Pekalongan dengan mengangkat senjata guna berusaha untuk merebut markas tentara Jepang pada tanggal 3 Oktober 1945. Perjuangan ini ternyata membuahkan hasil yang positif. Sehingga pada tanggal 7 Oktober 1945 Pekalongan terbebas dari gengaman tentara Jepang.

Sementara secara yuridis formal, Kota Pekalongan dibentuk berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 1950 tanggal 14 Agustus 1950. Tentang Pembentukan Daerah Kota Besar dalam lingkungan PRovinsi  Jawa Tengah, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya, dengan terbitnya UU Nomor 18 Tahun 1965, tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah, maka Pekalongan berubah sebutannya menjadi Kotamadya Dati II Pekalongan.

Dengan terbitnya Peraturan Pemerintan (PP) Nomor 21/1988 tertanggal 5 Desember 1988 dan ditindaklanjuti dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3/1989 mengubah batas wilayah Kotamadya Dati II Pekalongan sehingga luas wilayahnya berubah dari 1.755 Ha (Hektar) bertambah menjadi 4.465,24 Ha yang terdiri dari 4 Kecamatan, 22 desa serta 24 kelurahan.

Sejalan dengan era reformasi yang kemudian menuntut adanya reformasi pada segala bidang. Ditindaklanjuti dengan diterbitkannya PP Nomor 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah serta dikeluarkannya PP Nomor 32/2004. Yang kemudian mengubah sebutan Kotamadya Dati II Pekalongan menjadi Kota Pekalongan saja.

Geografis

Letak Geografis Kota Pekalongan membentang antara 6º50’42” Lintas Selatan (LS) sampai 6º55’44” LS dan ‎‎109º37’55” BT sampai 109º42’19” BT. Berdasarkan koordinat, Kota Pekalongan ‎membentang antara 510,00 Ksampai 518,00 Km membujur dan 517,75 Km sampai 526,75 Km ‎melintang. Dimana semuanya merupakan daerah datar. Serta tidak ada daerah dengan kemiringan yang curam. Terdiri dari tanah kering seluas 67,48% Hektar (Ha) dan tanah sawah seluar 32,53%. Berdasarkan jenis tanahnya, Kota Pekalongan memiliki jenis aluvial yohidromorf dan aluvial dengan berwarna agak kelabu kekuningan. Jarak terjauh dari Utara ke Selatan mencapai ± 9 Km. Sedangkan jarak terjauh dari ‎Barat ke Timur mencapai ± 7 Km. Batas daerah administrasi Kota Pekalongan ‎yaitu:‎

Batas Wilayah Kota Pekalongan

 Arah Mata Angin Batas Wilayah
 Timur Kabupaten Batang
 Selatan Kabupaten Pekalongan
 Barat Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang
 Utara Laut Jawa

Kota Pekalongan merupakan daerah yang beriklim tropis. Rata-rata curah hujan berkisar antara 40 mm sampai 300 mm per bulan. Dengan jumlah hari hujan adalah sebesar 120 hari. Sementara keadaan suhu rata-rata di daerah Kota Pekalongan dari tahun ke tahun tidak banyak berubah. Yaitu berkisar antara 17º-35 °C.

Kota Pekalongan terbagi atas empat (4) Kecamatan. Terbagi lagi menjadi ‎‎27 kelurahan pasca merger kelurahan yang dilakukan pada 1 Januari 2015. Luas keseluruhan Kota Pekalongan mencapai 45,25 km² atau sekitar 0,14 % dari ‎luas wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Pemerintahan

Secara administrasi Kota Pekalongan dipimpin oleh seorang Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Kemudian membawahi koordinasi atas wilayah administrasi kecamatan.yang dikepalai oleh seorang camat. Wilayah Kecamatan dibagi lagi menjadi beberapa kelurahan yang dikepalai oleh seorang Lurah. Seluruh camat dan lurah yang ada di Kota Pekalongan merupakan jajaran pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah Kota Pekalongan. Sejak 2005, Wali Kota Pekalongan dan Wakilnya dipilih langsung oleh warga masyarakat dalam Pemilihan Kepala Dearah (Pilkada). Setelah sebelumnya dipilih oleh anggota DPRD kota.

Kecamatan

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Pekalongan Nomor 8/2013 tentang Penggabungan Kelurahan di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan. Berikut Nama Kelurahan di Kota Pekalongan yang merupakan hasil dari penggabungan sejak 1 Januari 2015. Kota Pekalongan memiliki 4 kecamatan dan 27 kelurahan. Jumlah penduduknya diperkirakan sebesar 305.052 jiwa dan luas wilayah sebesar 45,25 km² dengan kepadatan 6.741 jiwa/km².

Daftar kecamatan, Kode Kemendagri, Daftar Jumlah Kelurahan dan Daftar Kelurahan yang berada di Kota Pekalongan adalah sebagai berikut:

 Kode 
Kemendagri
 Kecamatan
 Jumlah
Kelurahan
Daftar Kelurahan 
 33.75.01Pekalongan Barat 7Medono, Pasirkratonkramat, Podosugih, Pringrejo,Sapuro Kebulen Bendan Kergon,  dan Tirto.
 33.75.02Pekalongan Timur 7Kauman, Klego, Noyontaansari, Gamer, Kalibaros, Poncol dan Setono.
 33.75.03 Pekalongan Utara 7Krapyak, Padukuhan Kraton, Bandengan, Degayu, Kandang Panjang, Panjang Baru dan Panjang Wetan.
 33.75.04 Pekalongan Selatan 6Jenggot, Kuripan Kertoharjo, Banyurip, Buaran Kradenan, Kuripan Yosorejo dan Sokoduwet

Demografi

Agama

Sejak dahulu kala, Kota Pekalongan dikenal sebagai salah satu kota di Indonesia yang memiliki tingkat religiusitas yang cukup tinggi. Sebagai indikatornya, adalah dengan banyaknya jumlah pondok pesantren yang ada berada di Kota Pekalongan. Yakni berjumlah sekitar 44 buah. Dengan jumlah santri yang mencapai 4.706 orang. Keberagaman pemeluk agama di Kota Pekalongan, tidak lagi menimbulkan permasalahan yang berarti. Karena masyarakat dapat menunjukkan kondusifnya kehidupan antar umat beragama yang berada di Kota Pekalongan. Agama Islam merupakan agama mayoritas masyarakat Kota Pekalongan. Lalu agama lain yang dianut sebagian besar warga Kota Pekalongan lainnya adalah Agama Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Untuk memenuhi kebutuhan peribadatan, Kota Pekalongan terdapat berbagai jenis tempat ibadah yang berupa Masjid sebanyak 106 unit dan Mushola sejumlah 613 unit, 13 unit Gereja Kristen, 2 unit Gereja Katholik, 1 unit Pura serta 5 unit Wihara atau Klenteng yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kota Pekalongan.

Etnis

Warga Kota Pekalongan secara etnik didominasi oleh Suku Jawa. Yang bertutur dengan Bahasa Jawa dialek khas pesisir barat (Dialek Pesisir atau Pantura) yang cenderung mirip dengan dialek Banyumasan (Tetapi tetap saja terdapat beberapa perbedaan). Sejarah Kota Pekalongan sebagai kota pelabuhan dan perdagangan, membuatnya memiliki sejumlah komunitas pendatang yang menonjol. Diantaranya adalah bangsa Arab dan etnis Cina. Selain tentu saja suku-suku Nusantara lain seperti suku Banjar dan Melayu.

Ekonomi

Terletak di lokasi yang sangat strategis, yaitu di antara jalur utama antara Jakarta dan Surabaya, membuat perekonomian Kota Pekalongan cukup maju. Diantara kota-kota lain di Jawa Tengah yaitu dalam bidang perikanan, industri dan properti. Dalam bidang perikanan, Kota Pekalongan memiliki sebuah pelabuhan perikanan yang merupakan salah sata yang terbesar di Pulau Jawa. Sehingga, pelabuhan yang berada di Kota Pekalongan ini, sering menjadi transit dan area pelelangan hasil tangkapan laut langsung para nelayan yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, di Kota Pekalongan banyak terdapat perusahaan, baik perusahaan berskala besar maupun industri rumah tangga yang mengolah hasil laut. Seperti ikan asin, terasi, sarden, dan kerupuk ikan. Dibidang properti, Kota Pekalongan merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah dengan pertumbuhan properti yang cukup baik. Ditandai dengan semakin maraknya pembangunan gedung-gedung midrise yang semakin menjamur di daerah Kota Pekalongan.

Retail

Kota Pekalongan memiliki beberapa pusat perbelanjaan yang terdiri dari Mall (Retail Modern), Pasar Grosir hingga Pasar Tradisional. Berikut ini adalah daftar pusat perbelanjaan modern atau retail modern yang berada di wilayah Kota Pekalongan:

Pusat Perbelanjaan Modern yang Ada di Kota Pekalongan

  • Sri Ratu Merdeka Pekalongan (Berhenti Beroperasi).
  • Plaza Pekalongan (Matahari Department Store & Hypermart).
  • Pekalongan Square (Ramayana Dept. Store & Robinson).
  • Super Indo Supermarket.
  • Transmart Pekalongan.

Pasar Tradisional yang Ada di Kota Pekalongan

  • Pasar Induk Grogolan.
  • Pasar Induk Banyu Urip.
  • Pasar Induk Banjarsari.
  • Pasar Induk Kuripan.
  • Pasar Anyar.
  • Pasar Pagi Keraton.
  • Pasar Kraton.
  • Pasar Podosugih.
  • Pasar Poncol.
  • Pasar Klego.
  • Pasar Grosir Batik Setono.

Akomodasi (Hotel)

Akomodasi di Kota Pekalongan sangat beragam. Variasi antara Hotel berbintang, hingga losmen, hampir terdapat di seluruh penjuru Kota Pekalongan. Ini adalah daftar akomodasi (Hotel) yang terdapat di wilayah Kota Pekalongan:
  • Hotel Horison ****
  • Hotel Dafam ****
  • Hotel The Sidji ***
  • Hotel Sahid Mandarin ***
  • Hotel Aston Pekalongan ***
  • Hotel Santika Pekalongan***
  • Hotel Namira Syariah ***
  • Hotel Nirwana***
  • Hotel Pesonna Pekalongan***
  • Hotel Istana**
  • Hotel Jayadipa*
  • Hotel Indonesia*
  • Hotel Yudhistira
  • Hotel Hayam Wuruk
  • Hotel Pekalonga

Industri

  • Galangan kapal baja.
  • Galangan kapal kayu.
  • Galangan kapal fiberglass.
  • Industri Kecil pembuatan terasi.
  • Pabrik pembuatan fillet ikan.
  • Industri kerajinan batik.
  • Industri pembuatan mebel rotan dan Bambu.
  • Industri Kecil makanan ringan.
  • Pabrik Es Balok.
  • Industri Ikan Asin.
  • Industri Pemindangan ikan.
  • Pabrik pengalengan ikan Maya Food.
  • Pabrik Rokok Sigaret Kretek Tangan.
  • Pabrik Teh.

Hiburan

  • Sahid International Convention Center.
  • Crown Dupan Club.
  • Cinema XXI Pekalongan Square dan Transmart Pekalongan.
  • Karaoke Happy Puppy Plaza Pekalongan.

Pariwisata

Kota Pekalongan dikenal akan batiknya yang telah mendunia. Ada banyak wisatawan yang datang atau sekadar singgah di Kota Pekalongan setiap tahunnya. Tapi ternyata, tempat wisata yang ada di Kota Pekalongan tidak hanya berkisar pada wisata batik saja. Tetapi, terdapat juga wisata keagamaan, sejarah dan alam.

Daftar Tempat Wisata yang ada di wilayah Kota Pekalongan:

  • Museum Batik Indonesia
  • Ziarah Makam Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Tholib Al Atas
  • Taman Kota Kawasan Mataram
  • Kampung Wisata Canting Landungsari
  • Pantai Pasir Kencana
  • Pantai Slamaran Indah
  • Seaworld Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP)
  • Wisata Hutan Bakau (Mangrove Park)
  • Monumen 03-10-1945
  • Wahana Wisata Keluarga Meduri Asri
  • Kampoeng Batik Kauman
  • Kampung Wisata Batik Pesindon
  • Kampung Wisata ATBM Medono
  • Water Park Dupan
  • Kawasan Kota Tua Jetayu

Acara & Perayaan

Pada setiap tahun pada tanggal tertentu, Pemerintah Kota Pekalongan atau warga Kota Pekalongan, mengadakan berbagai acara yang bertujuan untuk menarik wisatawan. Acara dan perayaan tersebut diantaranya adalah:

Pekan Batik Nusantara (PBN) atau Pekan Batik Internasional (PBI)

Pekan Batik Nusantara (PBN) diadakan setiap 1 tahun sekali. Biasanya dilaksanakan pada bulan Oktober setiap tahunnya. Sedangkan acara Pekan Batik Internasional (PBI) delaksanakan setiap 3 tahun sekali pada bulan yang sama dengan dilangsungkannya PBN. Kegiatan yang diselenggarakan dalam acara ini bermacam-macam. Diantaranya adalah gala diner, fashion show, karnaval kreasi busana batik, pameran produk batik dalam dan luar negeri, gelar budaya, seminar,  great sale dan wisata kuliner. Biasanya ragam acara juga berubah-ubah menyesiakan keadaan.

Khoul

Acara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati wafatnya Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alatas. Diselenggarakan setiap 1 tahun sekali menjelang bulan puasa Ramadhan. Acara ini berlangsung di wilayah Makam Sapuro. Biasanya dihadiri oleh masyarakat dari berbagai daerah di nusantara dan mancanegara.

Perayaan HUT Kota Pekalongan

Diadakan setiap 1 tahun sekali yaitu pada tanggal 1 April. Dalam acara ini, dilakukan kirab dan gelar kesenian dan budaya khas Kota Pekalongan, karnaval serta berbagai event lomba. 

Cap Gomeh

Diselenggarakan setiap 1 tahun sekali. Dilaksanakan oleh komunitas umat Kong Hu Chu yang dipusatkan di klenteng Pho An Thian. Kegiatannya biasanya berupa karnaval mengarak "para dewa" untuk keliling Kota Pekalongan dengan diiringi oleh berbagai jenis kesenian Tionghoa.

Syawalan

Diselenggarakan setiap 1 tahun sekali. 1 Minggu seusai Hari Raya Idul Fitri. Acara ini dipusatkan di Jalan Jlamprang, Kecamatan Krapyak, Kabupaten Pekalongan. Biasanya diadakan acara simbolis dengan pemotongan lopis raksasa dengan berat lebih dari 1 ton dan tinggi sekitar 2 meter. Kebiasaan ini, di Kota Pekalongan biasanya identik dengan tradisi membuat lupis raksasa.

Festival Pintoe Dalam

Digelar setiap 1 tahun sekali. Biasanya acara diselenggarakan selama 2 hari berturut-turut yang dipusatkan di kawasan Pecinan Kota Pekalongan. Yaitu di sepanjang Jalan Blimbing, Kecamatan Pekalongan Timur. Pada acara tersebut akan disajikan kebudayaan atau kesenian dan makanan khas etnis Tionghoa.

Hari Teknologi Nasional

Diselenggarakan setiap 1 tahun sekali pada bulan September. Agenda dalam acara ini adalah pameran inovasi daerah yang diikuti oleh berbagai daerah di Indonesia serta diadakannya lomba inovasi.

Nyadran

Tradisi nelayan Pantura Pekalongan yang diadakan setiap 1 tahun sekali dengan menggelar acara "ngelarung". Yaitu dengan melarungkan sesaji ditengah laut yang kemudian akan diperebutkan oleh kalangan masyarakat dan nelayan yang menghadiri acara tersebut.

Pek Tjun

Dilakukan setiap 1 tahun sekali. Kegiatan Pek Tjun ini menampilkan kebudayaan Tionghoa dengan puncak acara di Pantai Pasir Kencana dengan atraksi barongsai yang dilarung di laut.

Kuliner

Kuliner khas Kota Pekalongan

Tauto

  • Merupakan salah satu makanan khas Kota Pekalongan (Daerah Pekalongan pada umunya). Makanan ini merupakan sebagaimana makanan soto namun menggunakan bumbu khas yaitu tauco.

Kopi Tahlil

  • Sebuah minuman kopi yang diracik sedemikian rupa yang ditambah dengan menggunakan berbagai bahan rempah-rempah seperti jahe, kapulaga dan pandan.

Gule Kambing Kacang Hijau

  • Makanan ini pada dasarnya dipengaruhi oleh budaya khas Timur Tengah. Gule kambing ini disajikan dengan dicampur bersama kacang hijau.

Nasi Kebuli

  • Merupakan nasi yang dimasak menggunakan rempah-rempah. Kemudian disajikan dengan potongan daging kambing yang dilengkapi dengan acar nanas.

Garang Asem Daging

  • Berbeda dengan garang asem Kudus yang berbahan dasar ayam. Garang Asem Pekalongan berbahan dasar daging. Makanan yang berkuah bening dari daging sapi dengan racikan tomat dan cabai rawit gelondongan yang disajikan dalam kondisi panas. Biasa disajikan bersama megono.

Megono

  • Makanan yang terbuat dari nangka muda yang dirajang, diramu dengan bumbu dan dimasak dengan cara dikukus dan ditambah kecombrang.

Nasi Uwet

  • Makanan ini hampir mirip gulai kambing. Namun dengan kuah yang lebih encer karena tidak menggunakan santan.

Kuliner lainnya di Kota Pekalongan

Di Kota Pekalongan terdapat berbagai restoran atau kafe baik yang berasal dari jaringan nasional ataupun internasional maupun lokal. Diantaranya adalah:

  • KFC
  • Pizza Hut Delivery
  • Richeese Factory
  • Wendy's
  • Solaria
  • Ichiban Sushi
  • Bakso Boedjangan
  • Es Teler 77
  • Mokko Donuts
  • California Fried Chicken
  • Papa Ron's Pizza
  • Gahwaji Sky Lounge Hotel Namira Syariah
  • Warung Orange[11]
  • Teras Bali
  • Nostalgia Resto The Sidji Hotel
  • Obonk Steak & Ribs
  • Coffee and Beyond[12]
  • Garuda Madong Kencana[13]
  • Warung Oemang[14]
  • ACP Cafe[15]
  • Taiwan Tea House[16]
  • The Oasis Cafe
  • Wkwk Food & Drink

Kesenian

  • Wayang Kulit
  • Simtuduror
  • Kesenian Banjar
  • Kesenian Melayu

Pendidikan

Perguruan tinggi

  • Institut Agama Islam Negeri 
  • Akademi Kebidanan Harapan Ibu 
  • Politeknik Batik Pusmanu
  • Universitas Pekalongan 
  • Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP)
  • Akademi Keperawatan Negeri
  • UT Kota Pekalongan
  • STMIK Widya Pratama
  • Akademi Komunitas Negeri

Sekolah menengah atas

  • MA Negeri 1 Kota Pekalongan
  • MA Negeri 2 Kota Pekalongan
  • MA Negeri Pekalongan
  • MA Negeri Insan Cendekia
  • SMA Negeri 1 Pekalongan
  • SMA Negeri 2 Pekalongan
  • SMA Negeri 3 Pekalongan
  • SMA Negeri 4 Pekalongan 
  • SMA Muhammadiyah 1 
  • SMA Muhammadiyah 2 
  • SMA Hasyim Asy'ari
  • SMA Saint Bernardus
  • SMA Dwija Praja
  • SMA Islam Pekalongan
  • SMA Masehi Pekalongan
  • SMA Santo Bernardus
  • SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah
  • MA Ribatul Muta'allimin 
  • MA Hidayathul Athfal
  • MA KH. Syafi'i, Buaran
  • Sekolah menengah kejuruan
  • SMK Muhammadiyah 1 t
  • SMK Negeri 1 Pekalongan
  • SMK Negeri 2 Pekalongan
  • SMK Negeri 3 Pekalongan
  • SMK Negeri 4 Pekalongan
  • SMK Gatra Praja Pekalongan
  • SMK Baitusalam Medono
  • SMK Dwija Praja Pekalongan
  • SMK Medika 
  • SMK Perikanan IRMA
  • SMK Veteran 
  • SMK Syafi'i Akrom Pekalongan Selatan
  • SMK Diponegoro
  • SMP Negeri 1 
  • SMP Negeri 2 
  • SMP Negeri 3 
  • SMP Negeri 4 
  • SMP Negeri 5 
  • SMP Negeri 6
  • SMP Negeri 7 
  • SMP Negeri 8 
  • SMP Negeri 9 
  • SMP Negeri 10 
  • SMP Negeri 11 
  • SMP Negeri 12 
  • SMP Negeri 13 
  • SMP Negeri 14 
  • SMP Negeri 15 
  • SMP Negeri 16 
  • SMP Negeri 17
  • SMP Muhammadiyah 1
  • SMP Al-Irsyad Al-Islamiyyah
  • SMP Ma'had Islam
  • SMP Salafiyah Kauman
  • SMP Saint Pius
  • SMP Islam YPI Buaran
  • MTS Al-Amin Kota 
  • MTS Salafiyah Al Muttaqin
  • MTS Ribatul Muta'allimin
  • MTS Hidayatul Athfal Banyurip Alit
  • MTS Salafiyah Simbangkulon 1
  • MTs Isthifaiyah Nahdliyah Banyurip Ageng
  • MTs Nurul Islam Krapyak Lor
  • SDLB Negeri Kota Pekalongan
  • SLB PRI Pekalongan

Kesehatan

  • Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan
  • Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton 
  • Rumah Sakit Islam Siti Khodijah
  • Rumah Sakit Bhakti Waluyo
  • Rumah Sakit Umum Budi Rahayu
  • Rumah Sakit Karomah Holistic
  • Rumah Sakit H. Ahmad Djunaid
  • Rumah Sakit Ibu & Anak Anugerah
  • Rumah Sakit Bedah Aro
  • Rumah Sakit Ibu Anak Mitra Bunda
  • Pusat kesehatan masyarakat
  • Puskesmas Bendan
  • Puskesmas Tirto
  • Puskesmas Kramatsari
  • Puskesmas Kusuma Bangsa
  • Puskesmas Krapyak Kidul
  • Puskesmas Dukuh
  • Puskesmas Klego
  • Puskesmas Tondano
  • Puskesmas Noyontaan
  • Puskesmas Sokorejo
  • Puskesmas Jenggot
  • Puskesmas Pekalongan Selatan
  • Puskesmas Buaran Pekalongan Selatan
  • Puskesmas Kergon
  • Puskesmas Salammanis
  • Puskesmas Medono
  • Puskesmas Degayu
  • Puskesmas Setono
  • Balai pengobatan
  • Balai Pengobatan Bina Griya
  • Balai Pengobatan Ibu dan Anak Ibu Umi

Transportasi

  • Stasiun Pekalongan, semua kereta api penumpang berhenti di stasiun ini kecuali Kereta api Argo Bromo Anggrek malam
  • Terminal Bus Tipe A Pekalongan
  • Terminal Bayangan Ponolawen
  • Terminal Angkot Sayun
  • Terminal Angkot Banjarsari
  • Terminal Angkot Slamaran
  • Terminal Angkot Grogolan

Olahraga

  • Stadion Hoegeng.
  • Stadion Bumirejo.
  • Stadion Kuripan Lor.
  • Kolam Renang Tirta Sari.
  • Gedung GOR Jetayu.
  • Gedung GOR Peritis Kemerdekaan.
  • Gedung GOR Medono.
  • Lapangan Tennis Prabajaya.
  • Lapangan Tennis PDAM.
  • Sungai Cemoro Sewu untuk Lomba Kano.
  • Lapangan Abdi Jaya Pringlangu Pekalongan Barat.
  • Lapangan Golf Setono Pekalongan.

Media Massa

Di Kota Pekalongan terdapat media lokal baik milik pemerintah maupun swasta, diantaranya:

  • Batik TV (57 UHF)
  • Kompas TV Regional Pekalongan (26 UHF) (lokasi pemancar di Gantungan, Tegal)
  • Radio BSP
  • Radio Damasintha
  • Radio RCS FM
  • Radio Kota Batik
  • Radio MS Pekalongan
  • Radio Pop FM
  • TV Nasional: TVRI, RCTI, SCTV, ANTV, TPI, INDOSIAR, TRANSTV, TRANS7, GLOBALTV, TVONE, METROTV

Tokoh Terkenal

  • Hoegeng Imam Santoso Kapolri ke-5 (1968-1971)
  • Abdul Rahman Saleh Jaksa Agung RI
  • Aziz Sattar Aktor,Sutradara
  • Supeno Menpora 1948-1949
  • Antonius Budi Ariantho Pebulu tangkis
  • Lioe Tiong Ping Pebulu tangkis
  • Muhammad Sultan Tokoh Melayu
  • Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alatas
  • Habib Lutfi bin Yahya
  • Habib Baqir Alatas
  • Dian Pelangi
  • Rudy Hadisoewarno
  • Sutrisno Bachir
  • Diani Amalia Ramadhani, Penyanyi, Anggota JKT48
Artikel ini telah tayang di id.wikipedia.org dengan judul Kota Pekalongan, https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pekalongan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update